Perketat P2U, Rutan Kelas I Surabaya Perkuat Disiplin dan Integritas Petugas Pengamanan

waktu baca 3 menit
Kamis, 3 Sep 2026 04:10 15 Andi Amran

SURABAYA — Radarpostindonesia.com. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya terus memperkuat sistem pengamanan guna menutup berbagai potensi celah yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan.
Penguatan tersebut dilakukan melalui konsolidasi jajaran pengamanan yang menitikberatkan pada kedisiplinan pemeriksaan, kepatuhan terhadap prosedur, koordinasi antarregu, serta integritas petugas.

Kegiatan Penguatan Tugas dan Fungsi Keamanan berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung Utama Rutan Kelas I Surabaya, Selasa (1/9/2026). Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas I Surabaya, Andra Naftali Gustaf Vano, mengumpulkan para Kepala Regu Pengamanan bersama anggota untuk menyamakan persepsi sekaligus mengevaluasi pelaksanaan tugas di lapangan.
Menurutnya, pengamanan tidak dapat hanya bergantung pada rutinitas. Setiap petugas harus memiliki kewaspadaan tinggi dan menjalankan setiap tahapan pengamanan secara konsisten sesuai ketentuan.

P2U Jadi Titik Vital Pengamanan

Salah satu perhatian utama dalam konsolidasi tersebut adalah Pintu Pengamanan Utama (P2U).
Sebagai akses utama menuju kawasan Rutan, P2U menjadi salah satu titik krusial dalam sistem pengamanan. Pemeriksaan terhadap setiap orang maupun barang yang masuk harus dilakukan secara teliti dan sesuai prosedur.
Petugas dituntut tidak mengabaikan hal-hal sekecil apa pun selama proses pemeriksaan. Ketelitian dan kedisiplinan menjadi bagian penting untuk mencegah munculnya celah yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban.

Dengan pola pemeriksaan yang konsisten, sistem pengamanan diharapkan mampu mendeteksi potensi risiko sejak dini.
Serah Terima Piket Tak Boleh Kehilangan Informasi. Penguatan juga mencakup pelaksanaan pengamanan Wasrik serta mekanisme serah terima piket. Pergantian regu pengamanan bukan sekadar pergantian personel. Proses tersebut harus memastikan seluruh informasi penting mengenai situasi dan kondisi Rutan tersampaikan secara lengkap kepada petugas berikutnya.

Komunikasi yang jelas menjadi kunci agar tidak terjadi kekosongan informasi ketika pergantian regu berlangsung. Koordinasi yang solid antarpetugas juga diperlukan untuk memastikan setiap potensi gangguan dapat segera diantisipasi dan ditangani melalui mekanisme yang telah ditetapkan.

Integritas Petugas Jadi Benteng Utama

Selain prosedur teknis, Rutan Surabaya menempatkan integritas petugas sebagai salah satu unsur penting dalam sistem pengamanan.
Sistem keamanan yang kuat tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan aturan. Faktor manusia menjadi bagian yang sangat menentukan.
Karena itu, setiap petugas pengamanan dituntut bekerja secara jujur, disiplin, bertanggung jawab dan profesional, serta tidak mengabaikan ketentuan dalam situasi apa pun.

Ketegasan dalam menjaga keamanan juga harus tetap berada dalam koridor profesional dan proporsional.
Pelaksanaan pengamanan diharapkan tetap mengedepankan prinsip tanpa kekerasan, dengan tetap menghormati hak asasi manusia dan memperlakukan seluruh pihak secara manusiawi.

Pengamanan Kuat, Pembinaan Lebih Optimal

Kondisi keamanan yang stabil menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlangsungan program pembinaan warga binaan.
Ketika lingkungan Rutan aman dan tertib, berbagai kegiatan pembinaan dapat berjalan lebih optimal. Stabilitas tersebut juga memberikan rasa aman bagi keluarga warga binaan yang datang berkunjung maupun masyarakat yang membutuhkan layanan pemasyarakatan. Dengan demikian, penguatan keamanan bukan hanya berkaitan dengan pengendalian kondisi di dalam Rutan, tetapi juga memiliki kaitan langsung dengan kualitas pelayanan publik. Sistem pengamanan yang disiplin dan profesional akan menciptakan lingkungan kerja dan pelayanan yang lebih aman, tertib serta terukur.

Rutan Surabaya Perkuat Budaya Kerja Pengamanan

Melalui konsolidasi tersebut, Rutan Kelas I Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya kerja pengamanan yang profesional. Kedisiplinan pemeriksaan di P2U, pelaksanaan prosedur Wasrik, serah terima piket yang tertib, komunikasi antarregu, serta penguatan integritas menjadi bagian dari langkah preventif untuk meminimalkan potensi gangguan keamanan.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas I Surabaya, Andra Naftali Gustaf Vano, bersama jajaran menekankan bahwa pengamanan harus dilaksanakan secara tegas namun tetap profesional dan tanpa kekerasan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemasyarakatan. Sebab, keamanan di Rutan bukan sekadar memastikan kondisi tetap kondusif. Keamanan menjadi fondasi untuk melindungi hak warga binaan, memberikan rasa aman kepada keluarga, memastikan pembinaan berjalan optimal, serta menjamin pelayanan pemasyarakatan berlangsung secara profesional, transparan dan manusiawi. (Andi Amr)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA