


TENTENA, SULAWESI TENGAH — Pelaksanaan pekerjaan penanganan longsor di ruas Tumora–Tambarana–Tentena–Taripa turut menjadi perhatian setelah ditemukan sejumlah titik saluran drainase yang mengalami kerusakan ringan di sekitar lokasi pekerjaan, respon cepat dari pihak yang bertanggung Jawab ambil tindakan perbaikan.
Kerusakan tersebut berkaitan dengan aktivitas alat berat saat penanganan material di sisi jalan. Seorang pekerja di lapangan menjelaskan, dinding saluran drainase mengalami kerusakan ketika excavator mini digunakan untuk mengangkat sisa material batu. Menurut keterangannya, operator kurang berhati-hati saat melakukan pekerjaan tersebut.
Pekerja itu mengungkapkan, terdapat beberapa titik yang mengalami kerusakan ringan, termasuk bagian saluran terdampak material jatuh. Meski demikian, tingkat kerusakan secara keseluruhan masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan langsung.
Menurut pekerja tersebut, perapian bahu jalan dilakukan menggunakan alat berat karena sepanjang kurang lebih 1,8 kilometer terdapat saluran drainase di sisi jalan yang perlu diperhatikan selama pekerjaan berlangsung.
Penanganan itu dimaksudkan untuk merapikan sisi jalan dan mengatasi celah di sekitar bahu jalan serta saluran drainase. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena aliran air dari badan jalan perlu diarahkan menuju saluran agar tidak berpotensi mengikis sisi jalan.
Karena itu, selain menyelesaikan pekerjaan penanganan longsor, pemeliharaan fungsi drainase menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan.
Saluran yang rusak perlu segera diperbaiki agar tidak mengganggu aliran air, terutama ketika hujan turun.
Saat dikonfirmasi pada 23 Oktober 2026, penanggung jawab lapangan menyampaikan bahwa pihaknya sedang melakukan perbaikan terhadap bagian-bagian yang mengalami kerusakan ringan.
Langkah tersebut menjadi perhatian penting dalam memastikan pekerjaan di lapangan tidak hanya berfokus pada penanganan longsor, tetapi juga pada pemulihan infrastruktur pendukung jalan.
Perbaikan drainase diharapkan dapat mengembalikan fungsi saluran sebagaimana mestinya. Namun, hasil akhir pekerjaan tetap perlu dipastikan melalui pengecekan kondisi fisik saluran, kekuatan dinding yang diperbaiki, serta kelancaran aliran air.
Romi, seorang sopir yang biasa melintasi ruas tersebut, saat dikonfirmasi pada 24 Oktober 2026 membenarkan adanya aktivitas pekerjaan penanganan longsor di lokasi.
“Ya, Pak, memang benar ketika itu ,saya lupa pada hari apa mereka sedang bekerja penanganan longsor. Namun, waktu itu saya melihat ada alat berat excavator kecil di pinggir jalan,” kata Romi.
Perbaikan terhadap bagian yang rusak menjadi langkah yang perlu dituntaskan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar. Pemeriksaan setelah perbaikan juga penting untuk memastikan saluran kembali berfungsi dengan baik.
Pihak pelaksana dan instansi yang berwenang diharapkan dapat memastikan seluruh bagian yang terdampak telah ditangani sesuai kebutuhan teknis. Dengan demikian, pekerjaan penanganan longsor tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan utama, tetapi juga menjaga kualitas infrastruktur dan kenyamanan pengguna jalan.
Hingga berita ini disusun, penanggung jawab lapangan menyatakan perbaikan terhadap kerusakan ringan sedang dilakukan. Informasi mengenai hasil pemeriksaan akhir dan penyelesaian seluruh titik kerusakan masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.(Arif)
Tidak ada komentar