


Lumajang — Seorang wanita bersuami, warga Desa Kalisemut, Kecamatan Padang, Lumajang, terungkap diduga menjalin hubungan terlarang dengan seorang pria yang ternyata adalah mantan kekasihnya sendiri. Keduanya diketahui bersama di salah satu rumah sewa di kawasan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Selasa (20/10/2026).
Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, wanita tersebut yang disapa Mi alias Nat terlihat mengendarai sepeda motor Honda Vario berwarna merah, sementara pria yang diduga menjalin hubungan dengannya, Fen alias Ndi warga Desa Padang, Kecamatan Padang, menggunakan Honda Scoopy berwarna putih. Keduanya tiba secara terpisah namun masuk ke lokasi rumah sewa yang sama.
“Selesai berada di dalam kamar, sekitar sore hari itu keduanya terlihat keluar dan pulang ke arah masing-masing,” ujar seorang saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.
Ketika dikonfirmasi di kediamannya, Mis alias Nat tampak gugup dan terbata-bata. Awalnya ia berusaha menutupi, namun akhirnya mengakui kebenarannya dengan memohon agar perbuatannya tidak diketahui oleh suaminya.
“Itu hanya sekali, Pak. Kami hanya kenak lewat HP,” ucapnya sempat mencoba membela diri, Kamis (22/10/26)
Ia kemudian mengakui bahwa pria tersebut adalah mantan pacarnya yang sudah lama tidak ditemui. Hubungan keduanya ternyata juga memiliki kekerabatan — Fen alias Ndi merupakan anak tiri dari ayah mertuanya, atau masih kerabat suaminya sendiri.
“Itu mantan saya, lama sekali tidak bertemu dan baru kemarin kami bertemu lagi. Dia juga masih saudara tiri suami saya. Tolong jangan sampai suami saya tahu… kalau dia tahu, lebih baik saya mati saja menanggung malu,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Fen alias Ndi melalui telepon seluler belum berhasil hingga berita ini diturunkan — panggilan hanya berdering namun tidak diangkat.
Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Hubungan yang dibangun di atas ketidakjujuran pada akhirnya hanya akan membawa pada kerusakan. Seindah apa pun terasa di awal, kebenaran pasti akan terungkap, dan yang tersisa hanyalah penyesalan yang datang terlambat.(C.Agus)
Tidak ada komentar