Lestarikan Warisan Leluhur, Pemdes Pojok Magetan Gelar Bersih Desa “Angleluri Budaya Jawi”

waktu baca 2 menit
Minggu, 12 Jul 2026 12:48 8 Reporter 1

​MAGETAN – Pemerintah Desa Pojok bersama seluruh masyarakat Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, kembali menyelenggarakan tradisi tahunan Bersih Desa “Angleluri Budaya Jawi”. Acara ritual adat yang sarat akan nilai luhur gotong royong dan spiritualitas ini dilaksanakan di area punden desa setempat dengan penuh kekeluargaan dan kekhidmatan.

Dalam pertemuanya, Dedy Sumedi selaku Kepala Desa Pojok menyampaikan bahwa pelaksanaan Bersih Desa tahun ini difokuskan pada penguatan bidang pembinaan kemasyarakatan, khususnya dalam pelestarian adat istiadat setempat agar tidak punah tergerus zaman. Ritual adat ini merupakan wujud syukur kolektif atas segala berkah, keselamatan, dan hasil bumi yang dinikmati warga selama setahun terakhir.

​”Bersih Desa Pojok ini bukan sekadar ritual seremonial tahunan, melainkan sebuah momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Ini adalah wadah di mana seluruh lapisan masyarakat membaur tanpa sekat, bersama-sama memanjatkan doa agar desa kita senantiasa dijauhkan dari marabahaya, serta diberikan kemakmuran dan kedamaian,” ujarnya.

Lebihlanjut, Dedi juga menceritakan nilai historis dan kepercayaan kuat yang melatarbelakangi ajegnya tradisi ini. Berdasarkan peristiwa di masa lalu, pernah ada seorang kepala desa yang tidak melaksanakan ritual selamatan di punden. Tak lama kemudian, kedua putra kepala desa tersebut mengalami musibah kecelakaan hingga mengakibatkan patah kaki. Peristiwa nyata tersebut menjadi bukti sekaligus pengingat bagi warga akan pentingnya menjaga kearifan lokal.

​Hingga saat ini, tradisi kledhekan di Punden setiap bulan Sura terus dipertahankan dengan baik. Pemerintah Desa Pojok berkomitmen penuh untuk terus melanjutkan dan melestarikan warisan nenek moyang ini karena dinilai sebagai kegiatan yang positif dan sarat akan nilai-nilai kebaikan.

Dengan terlaksananya tradisi Bersih Desa ini, Pemerintah Desa Pojok berharap seluruh masyarakat dapat terus menjaga kekompakan dan kerukunan. Semangat persatuan yang tercermin dalam ritual adat ini diharapkan menjadi modal sosial utama dalam menyukseskan program-program pembangunan desa demi mewujudkan Desa Pojok yang mandiri, sejahtera, dan tetap teguh memegang akar budaya leluhur.pungkasnya (Aw)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA