


SIGI – Pemerintah Desa Waturalele menggelar kegiatan sosialisasi budidaya pisang kapendis sebagai upaya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Waturalele pada Kamis, 16 Juli 2026, dan dihadiri oleh pemerintah desa, perwakilan perusahaan, pihak perbankan, serta masyarakat setempat.
Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Desa Waturalele, Obet, bersama Sekretaris Desa Irmawati, yang berkolaborasi dengan CV Agrif Fesh, perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan pisang kapendis. Dalam kegiatan tersebut, perusahaan diwakili oleh Rais Munawar selaku pengurus pisang kapendis, didampingi Martina dari Bank BPR SMA.
Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai peluang usaha budidaya pisang kapendis, mulai dari teknik penanaman, pengelolaan, hingga sistem pemasaran hasil panen. Dalam pemaparannya, Rais Munawar menjelaskan bahwa hasil panen petani nantinya akan dipasarkan melalui perusahaan sehingga petani memiliki kepastian dalam penjualan produknya.
Sementara itu, Martina menjelaskan bahwa budidaya pisang kapendis telah berkembang di sejumlah wilayah Sulawesi Barat maupun Kabupaten Sigi. Menurutnya, beberapa desa seperti Karawana, Saulowe, dan Sidondo dikecamatan Sigi Kota telah lebih dahulu mengembangkan komoditas tersebut. Adapun di Desa Waturalele, program tersebut masih berada pada tahap sosialisasi sebagai langkah awal sebelum pengembangan di tingkat petani.
Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat yang memiliki lahan perkebunan maupun lahan pertanian berpotensi memperoleh pendampingan untuk memulai budidaya pisang kapendis. Selain itu, CV Agrif Fesh menyediakan bibit bagi masyarakat yang bergabung dalam program kemitraan perusahaan.
Martina menambahkan bahwa CV Agrif Fesh telah memiliki legalitas usaha yang terdaftar sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga Bank BPR SMA menjalin kerja sama dalam mendukung pengembangan program budidaya pisang kapendis tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Martina menjelaskan bahwa perusahaan telah menetapkan standar harga pembelian hasil panen, sehingga petani memperoleh kepastian harga dan tidak terpengaruh oleh fluktuasi pasar. Menurutnya, sistem tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha budidaya pisang kapendis.
Selain dukungan permodalan dan pemasaran, para petani atau nasabah yang mengikuti program pengelolaan pisang kapendis juga disebut akan memperoleh fasilitas asuransi ketenagakerjaan, sebagai bentuk perlindungan dalam menjalankan aktivitas usaha.
Kepala Desa Waturalele, Obet, berharap sosialisasi ini dapat menjadi referensi sekaligus membuka wawasan masyarakat mengenai peluang pengembangan komoditas pisang kapendis. Ia menilai program tersebut berpotensi menjadi salah satu alternatif peningkatan kesejahteraan petani apabila dikelola secara baik dan berkelanjutan.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan antusias dan diikuti oleh masyarakat Desa Waturalele yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai prospek budidaya pisang kapendis sebagai peluang usaha di sektor pertanian.
Ali
Tidak ada komentar