MAGETAN – Pemerintah Desa Manjung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan menggelar tradisi Bersih Desa tahunan. Sebagai wujud pelestarian adat budaya, Dengan menampilkan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang berlangsung khidmat dan meriah.
Dalam sambutannya Kepala Desa Manjung siswanto, mengatakan bahwa ritual adat ini digelar sebagai bentuk rasa syukur yang mendalam atas segala nikmat, berkah, kesehatan, dan kerukunan yang senantiasa melingkupi seluruh warga desa manjung. Melalui momentum Bersih Desa ini, seluruh warga juga berdoa bersama agar ke depannya selalu diberikan ketetapan iman, keselamatan dunia-akhirat, serta kemudahan dalam mencari rezeki yang berkah.

Dalama acara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimca Panekan, perwakilan Camat Panekan, Kapolsek, Danramil, hingga jajaran Kepala Desa se-Kecamatan Panekan, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para seniman dan seniwati yang turut menyemarakkan jalannya acara tersebut.
Sebagai bagian tidak terpisahkan dari ritual Bersih Desa, pagelaran wayang kulit tersebut membawakan lakon sakral “Watu Gunung Babare Wuku” yang dipimpin langsung oleh dalang kondang Ki Alex Sabda Budi Utomo. Lakon ini dipilih bukan tanpa alasan, sebab kisah Watu Gunung dalam khazanah pewayangan Jawa erat kaitannya dengan asal-usul penanggalan (wuku/Jawa) dan simbol pembersihan diri dari segala marabahaya (sengkolo) serta pengharapan akan kemakmuran bumi desa.

Di akhir sambutannya Siswanto mengucapkan pemerintah desa juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh elemen-elemen masyarakat yang telah bergotong-royong dan memberikan dukungan demi suksesnya acara ini.
”Kami atas nama Pemerintah Desa Manjung mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh sanak saudara, mitra, dan seluruh lapisan masyarakat yang telah bergotong-royong menyukseskan acara Bersih Desa ini. Semoga amal kebaikan dan kerukunan ini mendapat rida dari Allah SWT,” pungkasnya (Red/Aw)
Tidak ada komentar