


SURABAYA.Radarpostindonesia — Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama kembali diwujudkan oleh keluarga besar H. Hanafi melalui kegiatan santunan anak yatim dan janda kurang mampu dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad S.A.W.
Mengusung tema “Cahaya Maulid, Cahaya Akhlak, Cahaya Kehidupan”, kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh suasana kebersamaan di kediaman Bapak H. Hanafi, Jalan Banyu Urip Lor XI No. 36, Surabaya. Acara yang menjadi agenda rutin tahunan keluarga besar H. Hanafi tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Tidak hanya warga kampung setempat, kegiatan juga dihadiri masyarakat dari sejumlah kampung di wilayah Kota Surabaya. Serta dihadiri Hadrah Sunan Putro menggolo surabaya di bawah
Pimpinan H. Ahmad faruk.

Sekitar 350 orang tamu undangan hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka datang dari berbagai lingkungan, di antaranya warga Kampung Simo, Kampung Tambak Mayor, Kampung Dukuh Kupang, Kampung Dukuh Pakis, Kampung Jarak, serta masyarakat sekitar kediaman keluarga besar H. Hanafi. Selain menjadi momentum untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad S.A.W., kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga dan menumbuhkan kepedulian sosial kepada mereka yang membutuhkan.
Santunan untuk 100 Anak Yatim
Salah satu rangkaian utama dalam kegiatan tersebut adalah pemberian santunan kepada 100 anak yatim. Kegiatan santunan ini menjadi bentuk kepedulian keluarga besar H. Hanafi untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim dalam momentum Maulid Nabi Muhammad S.A.W. Tidak hanya anak yatim, perhatian juga diberikan kepada janda kurang mampu sebagai bagian dari kepedulian sosial keluarga besar H. Hanafi terhadap masyarakat di sekitarnya. Santunan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara materi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan, perhatian, dan rasa kebersamaan bagi para penerimanya.
Momentum Maulid Nabi menjadi pengingat bahwa ajaran Rasulullah Muhammad S.A.W. tidak hanya berkaitan dengan ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga mengajarkan pentingnya kepedulian kepada sesama, menyayangi anak yatim, membantu kaum dhuafa, serta mempererat persaudaraan.
Diawali Lantunan Ayat Suci Al-Qur’an
Suasana acara semakin khidmat dengan dilantunkannya ayat suci Al-Qur’an sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.
Pembacaan ayat suci Al-Qur’an menjadi pembuka suasana religius sekaligus mengingatkan seluruh tamu yang hadir tentang pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kyai H. Bayu Rifi. Doa bersama tersebut menjadi salah satu momen penting dalam kegiatan, dengan harapan seluruh keluarga, masyarakat, serta anak-anak yatim yang hadir senantiasa mendapatkan keberkahan, kesehatan, keselamatan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan.

Shalawat Nabi Menggema
Nuansa peringatan Maulid Nabi semakin terasa dengan lantunan shalawat Nabi Muhammad S.A.W. yang dibawakan dalam rangkaian acara. Lantunan shalawat tersebut menciptakan suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan. Para tamu yang hadir turut mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.
Shalawat menjadi bagian penting dalam peringatan Maulid Nabi karena menjadi bentuk kecintaan dan penghormatan umat Islam kepada Rasulullah Muhammad S.A.W.
Melalui lantunan shalawat, masyarakat diajak kembali mengenang perjuangan, keteladanan, serta akhlak mulia Rasulullah dalam membangun kehidupan yang penuh kasih sayang, persaudaraan, keadilan, dan kepedulian terhadap sesama.
Menghidupkan Semangat Keteladanan Rasulullah
Tema “Cahaya Maulid, Cahaya Akhlak, Cahaya Kehidupan” yang diangkat dalam kegiatan tersebut memiliki makna mendalam. Cahaya Maulid menjadi simbol momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad S.A.W. Sementara cahaya akhlak mengingatkan umat untuk meneladani perilaku dan kepribadian Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan cahaya kehidupan menjadi gambaran bahwa nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad S.A.W. diharapkan mampu menjadi penerang bagi kehidupan masyarakat, khususnya dalam membangun kepedulian, persaudaraan, dan semangat berbagi.
Kegiatan santunan yang digelar keluarga besar H. Hanafi menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana peringatan Maulid Nabi tidak hanya dilaksanakan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Tradisi Tahunan yang Sarat Makna
Bagi keluarga besar H. Hanafi, kegiatan santunan dalam rangka Maulid Nabi Muhammad S.A.W. bukanlah kegiatan yang dilakukan hanya sekali.
Kegiatan tersebut merupakan acara rutin tahunan yang terus dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian kepada masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan warga yang membutuhkan perhatian.
Tradisi berbagi tersebut juga menjadi momentum untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai kampung. Kehadiran ratusan tamu dari sejumlah wilayah di Surabaya menunjukkan bahwa kegiatan tersebut telah menjadi bagian dari jalinan silaturahmi masyarakat. Di tengah kehidupan perkotaan yang semakin dinamis, kegiatan semacam ini memiliki nilai penting karena dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan sosial antarwarga.
Mempererat Silaturahmi Antarwarga
Kehadiran sekitar 350 tamu undangan dari berbagai kampung juga menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan keagamaan dan sosial tersebut. Warga dari Kampung Simo, Kampung Tambak Mayor, Dukuh Kupang, Dukuh Pakis, Kampung Jarak, serta masyarakat sekitar Banyu Urip hadir dan berbaur dalam suasana penuh kekeluargaan. Tidak ada sekat antara satu kampung dengan kampung lainnya. Semua hadir dalam satu suasana, yakni memperingati Maulid Nabi Muhammad S.A.W. sekaligus berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi salah satu nilai penting dari kegiatan tersebut.
Berbagi Kebahagiaan di Momentum Maulid
Peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W. pada akhirnya bukan hanya tentang mengenang sejarah kelahiran Rasulullah, tetapi juga bagaimana umat mampu mengambil pelajaran dari kehidupan beliau. Salah satu keteladanan yang dapat diwujudkan adalah kepedulian kepada anak yatim, fakir miskin, janda kurang mampu, dan masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Melalui santunan kepada 100 anak yatim dan janda kurang mampu, keluarga besar H. Hanafi berupaya menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai kesempatan untuk berbagi kebahagiaan. Harapannya, kegiatan tersebut dapat terus berlangsung dan menjadi tradisi positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat dari tahun ke tahun.

Doa dan Harapan untuk Kehidupan yang Lebih Baik
Rangkaian doa bersama yang dipimpin Kyai H. Bayu Rifi juga menjadi momentum untuk memanjatkan harapan agar seluruh masyarakat diberikan keberkahan dan kehidupan yang lebih baik.
Dengan suasana penuh kekeluargaan, acara berlangsung sebagai perpaduan antara kegiatan keagamaan, santunan sosial, dan silaturahmi masyarakat.
Keluarga besar H. Hanafi berharap kegiatan tersebut dapat terus menjadi bagian dari perjalanan keluarga dalam menebarkan manfaat bagi lingkungan sekitar. Sebab, berbagi tidak selalu harus menunggu memiliki sesuatu yang berlebihan. Kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana, dengan melihat keadaan orang lain dan menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.
Cahaya yang Diharapkan Terus Menyala
Melalui tema “Cahaya Maulid, Cahaya Akhlak, Cahaya Kehidupan”, kegiatan keluarga besar H. Hanafi membawa pesan bahwa nilai-nilai Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada sebuah acara tahunan.
Cahaya Maulid diharapkan menjadi cahaya akhlak yang terus tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Dari akhlak yang baik lahirlah kepedulian, dari kepedulian tumbuh kebersamaan, dan dari kebersamaan tercipta kehidupan masyarakat yang lebih harmonis.
Santunan kepada 100 anak yatim dan janda kurang mampu, lantunan ayat suci Al-Qur’an, doa bersama yang dipimpin Kyai H. Bayu Rifi, serta lantunan shalawat Nabi menjadi rangkaian yang memperkuat pesan tersebut. Dengan dihadiri sekitar 350 tamu undangan dari berbagai kampung di Kota Surabaya, kegiatan rutin tahunan keluarga besar H. Hanafi tersebut menjadi gambaran bahwa semangat berbagi dan mempererat silaturahmi masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Semoga kegiatan tersebut senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT dan menjadi amal kebaikan yang terus mengalir bagi keluarga besar H. Hanafi serta seluruh pihak yang turut berpartisipasi. Cahaya Maulid, Cahaya Akhlak, Cahaya Kehidupan berbagi, bershalawat, bersilaturahmi, dan meneladani akhlak Rasulullah Muhammad S.A.W. (Andi Amr)
Tidak ada komentar