Lolos Seleksi Ketat, 1.800 Pendaftar Tersaring MPLS SMKN 1 Bendo Magetan Sukses Ditutup dengan Penguatan Karakter Budaya Industri

waktu baca 3 menit
Jumat, 17 Jul 2026 04:42 18 Reporter 1

​MAGETAN|Radarpostindonesia — Suasana riuh rendah dipadu rasa bangga menyelimuti aula utama Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bendo Magetan pada Jumat pagi (17/7/2026). Sekolah kejuruan unggulan di Magetan ini resmi menutup gelaran Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung dinamis sejak hari Senin lalu. 

​Acara penutupan tersebut dihadiri langsung oleh jajaran Komite Sekolah, para guru, narasumber eksternal, serta ratusan wali murid yang diundang khusus untuk menyaksikan langsung unjuk kreativitas putra-putri mereka di akhir pekan pembinaan. 

​Dalam sambutannya, Kepala SMKN 1 Bendo Yayuk Sri Rahayu Wahyuningsih, S.Pd., M.Pd. menyampaikan pujian luar biasa kepada para siswa baru. Ia menyebut para peserta didik yang lolos hari ini adalah anak-anak pilihan yang tangguh, mengingat ketatnya persaingan masuk ke SMKN 1 Bendo pada tahun ini. 

​”Anak-anakku semua, kalian telah melalui pekan MPLS dengan kegiatan yang sangat padat. Namun, di tengah padatnya acara, kalian bisa mengikutinya dengan penuh kekompakan dan kerja sama. Kalian adalah anak-anak hebat dan tangguh pilihan,” ujar Kepala Sekolah di hadapan ratusan siswa baru dan orang tua mereka.
 
​Ia membeberkan bahwa para siswa baru ini berhasil menyisihkan ribuan pendaftar lain yang ingin masuk ke SMKN 1 Bendo. 
​”Kalian berhasil menyisihkan persaingan ketat dari sekitar 1.800 pendaftar yang memperebutkan kursi di sini. Ini membuktikan kalian adalah anak-anak cerdas yang fokus memilih SMKN 1 Bendo sebagai jembatan masa depan. Jika kalian tidak hebat, tidak mungkin kalian bisa menampilkan pertunjukan seindah dan seapik ini hanya dalam waktu latihan satu minggu,” Tuturnya.

​Kepala Sekolah menegaskan bahwa penutupan MPLS bukanlah akhir dari pembinaan. Nilai-nilai kedisiplinan dan karakter yang diperoleh selama lima hari tersebut akan terus dilanjutkan dalam keseharian sekolah. Salah satu yang ditekankan adalah pembiasaan Budaya Industri (Industrial Culture). Hal ini terlihat dari detail-detail kecil seperti aturan berparkir yang tertib hingga kewajiban berjalan kaki mengikuti rute “jalur hijau” yang digariskan di koridor sekolah. 

​”Kegiatan pembinaan ini tidak berhenti di sini, melainkan berkelanjutan. SMKN 1 Bendo mengusung konsep Budaya Industri masuk sekolah. Masuk ke ruangan diatur lewat garis hijau, parkir juga diatur ketat. Tujuannya agar nanti ketika anak-anak kami lulus dan masuk ke dunia industri, mereka tidak kaget lagi dengan ritme kerja yang disiplin,” jelas Kepala Sekolah.



​Menyadari pentingnya kontinuitas karakter di rumah, pihak sekolah turut mengimbau para wali murid untuk proaktif menyelaraskan disiplin sekolah dengan kebiasaan di rumah. Beliau menekankan pentingnya sarapan pagi dan pembiasaan bangun pagi agar siswa tidak terlambat, mengingat ketatnya disiplin yang diterapkan para guru sejak pintu gerbang sekolah dibuka di pagi hari. 

​Pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para narasumber eksternal yang turut andil mengisi materi MPLS sejak hari pertama, di antaranya dari unsur Koramil, Polsek, Puskesmas, hingga tim Pasgat Lanud iswahyudi Magetan. 

​”Saran dan kritik yang membangun dari Bapak/Ibu wali kelas dan wali murid selalu kami buka selebar-lebarnya demi peningkatan mutu kegiatan di SMKN 1 Bendo ke depan,” tambahnya di akhir sambutan.
 
​Upacara penutupan diakhiri secara simbolis dengan melafalkan hamdalah bersama-sama pada pukul 11.20 WIB, menandai kesiapan para siswa baru untuk menapaki tahun ajaran baru dengan semangat budaya industri yang berkarakter kuat dan berakhlakul karimah. (Red/Aw)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA