


SAMPANG — Musim kemarau kembali menjadi tantangan bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Ketika ketersediaan air bersih mulai menurun, kebutuhan dasar warga pun ikut terancam.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas mengerahkan Satuan Tugas (Satgas) Bencana Kekeringan untuk menyalurkan 5.000 liter air bersih kepada masyarakat Desa Robatal, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang.
Penyaluran yang dilakukan pada Selasa (28/7/2026) itu menyasar 21 kepala keluarga atau sebanyak 83 jiwa yang mengalami penurunan pasokan air bersih.
Bagi masyarakat di wilayah terdampak, persoalan air bukan sekadar kebutuhan tambahan. Air menjadi kebutuhan utama untuk memenuhi aktivitas sehari-hari. Dalam kondisi kemarau, warga bahkan mengandalkan tandon dan penampungan air hujan sebagai salah satu sumber pemenuhan kebutuhan air.
Bantuan air bersih tersebut disalurkan menggunakan satu unit truk tangki. Langkah itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas permohonan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang.
Di lapangan, proses distribusi berlangsung hingga sore hari. Tim memastikan pengisian tandon dapat dilakukan secara optimal, meskipun lokasi penampungan berada di kawasan vegetasi yang membutuhkan penanganan khusus.
Respons tersebut memperlihatkan bahwa persoalan kekeringan membutuhkan kehadiran pemerintah secara langsung, terutama ketika sumber air masyarakat mulai terbatas. Bantuan tangki air menjadi langkah tanggap darurat untuk menjaga kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
Namun, penanganan kekeringan juga membutuhkan langkah berkelanjutan. Distribusi air bersih dapat menjadi solusi sementara, sementara penguatan sumber air dan sistem penyediaan air di wilayah rawan kekeringan menjadi bagian penting untuk menghadapi musim kemarau berikutnya.
BBWS Brantas menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah dan BPBD dalam menghadapi dampak kekeringan. Sinergi tersebut diharapkan mampu memastikan masyarakat terdampak memperoleh akses air bersih secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.
Radar Post Indonesia mengutip dan mengolah sebagian informasi dari publikasi resmi Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Brantas pada laman sumber daya air pemerintah.(*)
Tidak ada komentar