

MADIUN, Radarpostindonesia — Pelaksanaan revitalisasi bangunan di SMAN 1 Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, menjadi perhatian setelah ditemukan sejumlah kondisi pekerjaan yang dinilai perlu mendapat perhatian dan evaluasi.

Proyek revitalisasi tersebut dilaksanakan secara swakelola melalui Tim Pembangunan dan Rehabilitasi Sekolah (P2S) SMAN 1 Saradan dengan sumber pendanaan dari Bantuan Direktorat SMA Tahun Anggaran 2026. Berdasarkan informasi yang diperoleh, kegiatan tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 180 hari kerja.
Hasil pantauan di lokasi pada Kamis (20/8/2026) menunjukkan adanya sejumlah bagian pekerjaan yang masih menjadi perhatian, terutama pada pekerjaan bagian atap bangunan empat ruang kelas.
Pada bagian rangka atap, terlihat terdapat sejumlah kayu yang digunakan pada bagian blandar dan usuk dengan kondisi serta ukuran yang berbeda. Beberapa bagian juga tampak menggunakan material lama yang masih terpasang.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kesesuaian material dengan rencana pekerjaan dan spesifikasi teknis perlu dipastikan melalui pemeriksaan pihak yang berwenang.
Selain pekerjaan material, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga menjadi perhatian. Berdasarkan pantauan, sejumlah pekerja di lokasi terlihat belum menggunakan perlengkapan keselamatan kerja secara lengkap, seperti helm, sepatu kerja, maupun rompi keselamatan.
Padahal, penerapan keselamatan kerja merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi dan perlu menjadi perhatian seluruh pihak yang terlibat.
Pantauan lainnya juga menemukan penggunaan kembali sejumlah genteng lama pada bagian atap yang sedang dikerjakan. Sementara itu, pemasangan rangka baja ringan pada beberapa bagian terlihat perlu diperiksa kembali tingkat kerapatan dan kesesuaiannya dengan beban penutup atap.
Namun, kondisi tersebut belum dapat disimpulkan sebagai ketidaksesuaian terhadap Rencana Anggaran Biaya (RAB) maupun spesifikasi teknis karena diperlukan pemeriksaan dan penilaian teknis dari pihak yang memiliki kewenangan.
Salah seorang mandor yang ditemui di lokasi menjelaskan bahwa pekerjaan revitalisasi dibagi berdasarkan titik pekerjaan dan tenaga teknis yang menangani masing-masing bagian.
“Di tiap titik revitalisasi terdapat pekerja teknis yang berbeda-beda sesuai keahliannya. Pengerjaan ruang kelas sendiri, toilet sendiri,” ujarnya, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, penempatan tenaga kerja pada masing-masing bagian pekerjaan dilakukan oleh pihak sekolah.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala SMAN 1 Saradan mengenai pelaksanaan revitalisasi, penggunaan material, penerapan K3, serta kesesuaian pekerjaan dengan rencana teknis belum memperoleh tanggapan hingga berita ini diterbitkan.
Berbagai kondisi yang ditemukan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak sekolah, pelaksana, maupun pengawas kegiatan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan teknis, memperhatikan mutu bangunan, serta mengutamakan keselamatan para pekerja.
“Pihak redaksi membuka ruang klarifikasi dan Hak Jawab”
(Ridho/ek)
Tidak ada komentar