


SURABAYA – Radarpostindonesia.com.Kepedulian terhadap masyarakat pekerja sektor informal terus diwujudkan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Surabaya melalui program sosial bertajuk Dapur Gratis Pejuang Jalanan. Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap Selasa dan Kamis tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian kepolisian terhadap masyarakat yang setiap hari berjuang mencari nafkah di jalanan.
Program ini menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pengemudi ojek online (ojol), sopir taksi online, juru parkir (jukir), petugas kebersihan, hingga pejalan kaki, lansia, pelajar, dan masyarakat prasejahtera yang membutuhkan bantuan.
Pelaksanaannya dilakukan secara berpindah-pindah di sejumlah titik strategis Kota Surabaya. Selain membagikan makanan dan minuman gratis, dalam beberapa kegiatan Satlantas Polrestabes Surabaya juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Sejumlah lokasi yang menjadi tempat pelaksanaan kegiatan di antaranya kawasan depan Polsek Gubeng, Bundaran CITO Mall,Taman Bungkul Surabaya dan depan Mapolrestabes Surabaya. Sementara itu, Satpas Colombo juga menjadi salah satu lokasi yang dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
Wujud Kepedulian Polri kepada Masyarakat Kecil
Program Dapur Gratis Pejuang Jalanan merupakan salah satu bentuk pendekatan humanis kepolisian dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, polisi tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas, tetapi juga berupaya memberikan manfaat sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Inisiatif tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap semangat Polisi Bersama Masyarakat, dengan menempatkan kepedulian, pelayanan, dan kemitraan sebagai bagian penting dari kehadiran Polri di tengah kehidupan masyarakat.
Kegiatan pembagian makanan gratis ini diharapkan dapat membantu meringankan pengeluaran harian para pekerja informal yang memiliki tingkat pendapatan tidak menentu. Bagi mereka yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalanan, bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap perjuangan sehari-hari dalam memenuhi kebutuhan hidup.
Program ini juga sejalan dengan semangat mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat sebagaimana menjadi perhatian pemerintah.
Melalui pelaksanaan yang berkelanjutan, Satlantas Polrestabes Surabaya diharapkan dapat terus memperluas manfaat kegiatan sosial sekaligus memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
LPK YLDI Berikan Apresiasi
Dukungan terhadap program Dapur Gratis Pejuang Jalanan turut disampaikan oleh Agus Setiawan, S.H., Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Diqdaya Indonesia (LPK YLDI), yang juga merupakan pemerhati publik.
Dalam keterangannya pada Kamis (22/10/2026), Agus menilai program tersebut sebagai langkah nyata yang menunjukkan kepedulian kepolisian terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya kelompok pekerja informal.
“Kami dari Lembaga Perlindungan Konsumen Diqdaya Indonesia (LPK YLDI) melihat program Dapur Gratis Pejuang Jalanan yang digagas oleh Satlantas Polrestabes Surabaya sebagai sebuah langkah konkret yang luar biasa dan sangat humanis,” ujar Agus.
Menurutnya, perlindungan terhadap masyarakat tidak hanya berkaitan dengan hak-hak konsumen dalam transaksi komersial, tetapi juga menyangkut perhatian terhadap kelompok masyarakat yang beraktivitas di ruang publik dan berperan dalam menggerakkan perekonomian informal.
Ia menilai pengemudi ojol, sopir taksi, juru parkir, dan petugas kebersihan merupakan kelompok pekerja yang menghadapi tantangan ekonomi setiap hari sehingga membutuhkan perhatian dari berbagai pihak.
Bantu Kurangi Beban Pengeluaran Pekerja Informal
Agus menjelaskan, terdapat tiga hal utama yang menjadi alasan LPK YLDI memberikan dukungan terhadap program tersebut.
Pertama, program pembagian makanan gratis dapat membantu mengurangi beban pengeluaran harian pekerja informal. Dengan pendapatan yang tidak selalu menentu, bantuan makanan yang diberikan secara rutin setiap Selasa dan Kamis dinilai dapat memberikan manfaat langsung bagi para penerimanya.
“Para pejuang jalanan ini setiap hari berhadapan dengan ketidakpastian pendapatan. Bantuan makanan bergizi gratis yang rutin diberikan setiap Selasa dan Kamis ini secara nyata memotong biaya pengeluaran harian mereka. Ini adalah bentuk perlindungan kesejahteraan yang sangat menyentuh akar rumput,” jelasnya.
Kedua, penyediaan layanan pemeriksaan kesehatan gratis merupakan bentuk perhatian terhadap kondisi fisik para pekerja lapangan.
Menurut Agus, para pekerja jalanan sering kali lebih mengutamakan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehingga berpotensi mengabaikan kondisi kesehatan mereka. Karena itu, kehadiran fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis dinilai sebagai langkah preventif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ketiga, program tersebut memperlihatkan penerapan pendekatan kepolisian yang lebih dekat dengan masyarakat.
Agus menilai kepedulian sosial seperti ini dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian sekaligus memperlihatkan bahwa tugas Polri tidak sebatas penegakan hukum, tetapi juga mencakup pelayanan dan perlindungan terhadap masyarakat.
“Langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang diturunkan secara kreatif oleh Polrestabes Surabaya ini berhasil mengubah wajah kepolisian di jalan raya. Polisi tidak lagi hanya identik dengan penegakan hukum atau sanksi, melainkan hadir sebagai pelindung, pengayom, dan mitra yang humanis bagi masyarakat prasejahtera,” tegas Agus.
Diharapkan Berjalan Konsisten dan Menginspirasi Daerah Lain
Lebih lanjut, Agus berharap program Dapur Gratis Pejuang Jalanan dapat terus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi instansi maupun wilayah lain untuk mengembangkan program sosial yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara aparat pemerintah, lembaga sosial, dan berbagai elemen masyarakat sangat diperlukan untuk memperkuat kepedulian terhadap kelompok pekerja yang selama ini menjadi bagian penting dari aktivitas perekonomian perkotaan.
“Kami berharap program yang selaras dengan agenda ketahanan pangan dan gizi nasional ini dapat terus konsisten berjalan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi instansi atau wilayah lain. Apresiasi setinggi-tingginya untuk Satlantas Polrestabes Surabaya yang telah membuktikan bahwa negara hadir di tengah-tengah perjuangan masyarakat kecil,” pungkasnya.
Melalui program Dapur Gratis Pejuang Jalanan, kepedulian sosial diharapkan tidak berhenti pada pembagian makanan semata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih erat antara kepolisian dan masyarakat.
Kehadiran program semacam ini menjadi pengingat bahwa pelayanan publik yang humanis dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. (Andi Amr)
Tidak ada komentar