KETUA UMUM PERBAKIN JAWA TIMUR MAYJEN TNI (PURN) WIBISONO HADIRI PUNCAK HUT PEPABRI KE-67 DI TUGU PAHLAWAN SURABAYA MENGUATKAN API PERJUANGAN DAN PERSATUAN BANGSA

waktu baca 4 menit
Minggu, 13 Sep 2026 14:08 18 Andi Amran

SURABAYA, — Radarpostindonesia. Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Menembak Indonesia (PERBAKIN) Jawa Timur, Mayjen TNI (Purnawirawan) Dr. Drs. Wibisono Poespitohadi, MSc., MSi. (Han), turut hadir secara resmi dalam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 PEPABRI. Acara peringatan yang penuh khidmat ini digelar di Monumen Tugu Pahlawan Surabaya, Jawa Timur, pada hari Sabtu, 12 September 2026. Mengusung tema “Menguatkan Api Perjuangan dan Persatuan Bangsa”, kegiatan ini menjadi momen penghormatan sekaligus pengingat kembali semangat kepahlawanan dan pengabdian bagi seluruh keluarga besar purnawirawan di tanah air.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan ziarah ke Makam Pahlawan Surabaya. Di tempat yang bersejarah ini, para purnawirawan yang hadir memberikan penghormatan setinggi-tingginya serta melakukan tabur bunga sebagai wujud cinta dan bakti kepada para pahlawan yang telah gugur membela kemerdekaan dan kedaulatan bangsa. Kehadiran Mayjen TNI (Purn) Dr. Drs. Wibisono Poespitohadi, MSc., MSi. (Han) bersama jajaran tokoh lainnya menjadi bukti nyata kesetiaan para mantan prajurit untuk senantiasa menjaga dan melanjutkan perjuangan para pendahulu.

Dalam pernyataan Ketua Pepabri Provinsi Jawa Timur. Mayjen TNI (Purn) Dr. Istu Hari Subagio.SE.,MM, menyampaikan Pepabri secara tegas menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persatuan bangsa serta turut aktif berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional. Meski telah meletakkan senjata dan purna dari tugas kedinasan, semangat pengabdian kepada negara tidak pernah padam di dada setiap anggotanya.

Peringatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus pusat dan daerah Pepabri, para purnawirawan TNI dan Polri, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jawa Timur. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan kekompakan dan kebersamaan yang tetap terjaga erat di kalangan para mantan prajurit serta pimpinan daerah. Kota Surabaya dipilih sebagai lokasi utama peringatan ini bukan tanpa alasan — Surabaya adalah simbol pemantik semangat keberanian dan nilai kepahlawanan yang menginspirasi seluruh keluarga besar Pepabri di seluruh Indonesia.

Ketua Umum Pepabri, Jenderal (Purn) Agum Gumelar, dalam amanatnya menyampaikan bahwa meski telah purnatugas dari kedinasan aktif, jiwa prajurit dan semangat pengabdian kepada Bangsa Indonesia tidak akan pernah luntur. Semangat itulah yang menjadi energi utama bagi seluruh anggota Pepabri untuk tetap bermanfaat, menjaga persatuan, dan berkarya bagi kemajuan negeri.

Suasana semakin mengharukan saat ditampilkan pentas teatrikal yang mengangkat sejarah perjuangan arek-arek Suroboyo. Salah satu momen yang paling menyentuh hati adalah penggambaran peristiwa bersejarah perobekan bendera Belanda menjadi Bendera Merah Putih — peristiwa yang membuktikan keberanian dan keteguhan hati warga Surabaya mempertahankan kemerdekaan yang baru diproklamasikan.

Pada kesempatan yang berharga ini, Pepabri juga memberikan penghargaan kepada perwakilan keluarga pahlawan, salah satunya adalah keluarga besar Bung Tomo, serta kepada para saksi hidup peristiwa bersejarah Hari Pahlawan 10 November. Penghargaan ini disampaikan sebagai bentuk pengakuan, rasa hormat, dan terima kasih bangsa atas jasa-jasa luar biasa yang telah mereka berikan bagi kelangsungan hidup Indonesia.

PAGELARAN WAYANG KULIT BANJARAN BIMA, PESAN KESATRIAAN DAN PENGABDIAN

Rangkaian peringatan HUT ke-67 Pepabri ditutup dengan pagelaran seni budaya yang sarat makna. Di Halaman Kantor Pepabri Jawa Timur digelar pagelaran wayang kulit yang mengangkat lakon “Banjaran Bima”, dibawakan oleh dalang Ki Dwi Anom Dwijokangko, S.Sn.

Lakon ini mengisahkan perjalanan hidup tokoh Bima Sena — seorang ksatria yang dikenal sepanjang masa memiliki keteguhan hati yang tak tergoyahkan, keberanian yang tak gentar, kejujuran yang lurus, serta kesetiaan yang tak berbatas dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya. Pesan moral yang dibawakan selaras sempurna dengan semangat yang diusung Pepabri tetap teguh memegang prinsip, berani membela kebenaran, jujur dalam setiap tindakan, dan setia mengabdi kepada bangsa dan negara sampai akhir hayat.

MAKNA KEHADIRAN KETUA UMUM PERBAKIN JAWA TIMUR

Kehadiran Mayjen TNI (Purn) Dr. Drs. Wibisono Poespitohadi, MSc., MSi. (Han) mewakili keluarga besar Perbakin Jawa Timur mengandung makna mendalam — mempererat tali silaturahmi antar organisasi purnawirawan dan olahraga, serta menegaskan kesamaan tekad: menjaga warisan para pahlawan, melestarikan semangat persatuan, dan membangun generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan siap mengabdi. Semangat kepahlawanan yang ditanam para leluhur harus terus diwariskan, dijaga, dan dihidupkan dalam setiap langkah pembangunan bangsa.

Selamat Hari Ulang Tahun ke-67 Pepabri. Semoga api perjuangan dan persatuan bangsa terus menyala, tak pernah padam, dan menjadi penerang bagi seluruh putra-putri Indonesia menuju masa depan yang gemilang. (Andi Amr)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA